Sejarah

Wilayah Desa Sukosari dahulu kala masih merupakan daerah hutan belantara yang sulit dijangkau oleh manusia dan belum ada jalan setapak. Banyak pepohonan yang rindang dan besar terdapat didaerah ini  bahkan ada beberapa bukit yang  dihuni oleh binatang buas.

Beberapa tahun kemudian ada sekelompok manusia pendatang yang umumnya berasal dari Madura, Mereka datang merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Perjalanan leluhur dari madura melalui Besuki dan dilanjutkan  berjalan kaki  melewati arak arak, biasanya mereka saling menunggu  teman atau pendatang lainnya untuk melewati arak arak, setelah terasa banyak barulah mereka naik gunung bersama sama. Ini disebabkan mereka takut diganggu oelh binatang buas yang masih banyak berkeliaran disana.

Setelah melewati arak arak pendatang yang berasal dari Pulau Madura tersebut berhasil sampai di Bondowoso, ada sebagian meraka yang tinggal di Bondowoso dan sebagian meneruskan perjalanannya keselatan. Mereka berjalan kaki naik turun gunung dan menyeberangi sungai karena pada waktu itu belum ada jembatan.

Para leluhur pendatang tersebut akhirnya sampai di Desa Sukosari yang pada waktu itu belum punya nama Sukosari, beberapa pendatang ada juga yang melanjutkan perjalanannya kewilayah selatan yang saat ini diberi nama Desa Sumber pakem.

Pendatang yang tinggal dan menemukan Daerah Sukosari. tapi yang menetap di sukosari adalah orang yang berasal dari desa panggeng besuki dan orang tersebut pertama yang ditanam adalah bunga mawar sehingga sukosari terkenal dengan nama   ’’SUKOSARI PANGGENGkarena banyak tanaman bunga mawar yang di tanam oleh orang panggeng besuki.

Setelah lama mereka menetap terjadilah kehidupan masyarakat yang pada saat ini belum ada seorang pemimpin dan belum ada Pemerintahan.

Pemerintahan Administratif pertama di Indonesia adalah pada masa Pemerintahan Belanda. Bangsa Belanda masuk ke Indonesia Tahun 1956 namun setelah dua abad kemudian barulah Belanda bisa membentuk suatu Pemerintahan yang sederhana sampai ke pelosok Desa.

Masyarakat yang hidup secara berkelompok merasa perlu untuk mempunyai pimpinan atau seorang yang dapat dijadikan panutan bagi mereka, mereka ahirnya memilih diantara mereka untuk dijadikan tokoh atau pemimin. Akhirnya terbentuklah suatu daerah kecil yang dipimpin oleh seorang tokoh yang dipilih oleh mereka.

Pada akhir abad ke 18 daerah daerah yang merupakan kelompok kelompok kecil berupa dusun. Oleh Pemerintah Belanda akhirnya digabungkan untuk dijadikan sebuah Desa, yang harus dipimpin oleh seorang Kepala Desa. Sewaktu Pemerintah Belanda membentuk gabungan dusun menjadi sebuah Desa, mereka menawarkan kepada masyarakat untuk memberi nama Desa meraka, sesuai dengan keinginan masyarakat atau sesuai dengan sebutan yang sering diucapkan oleh penduduk setempat yakni panggeng  atau Desa Sukosari.